Your account | Register | Academic Staff | Galeri | Contact Us | SCeLE Universitas Indonesia

Macam-Macam USG

Saai ini pemeriksaan USG (ultrasonografi) hampir selalu dilakukan saat pemeriksaan kehamilan utamannya, pemeriksaan USG dilakukan untuk memastikan apakah bayi tumbuh di dalam rahim (bukan di saluran indung telur), menetukan usia kehamilan, melihat kondisi bayi dan memperkirakan berat badan bayi.

USG juga sering digunakan untuk memeriksa kondisi lain. Misalnya melihat organ-organ lain, seperti sistem reproduksi pria, wanita, jantung, pembuluh darah, atau memeriksa kecurigaan kanker payudara. Cara kerja USG  yakni mengirimkan gelombang suara ke organ tubuh yang kemudian dipantulkan kembali ke alatnya, ''lalu di olah oleh komputer menjadi gambar. Seperti sinyal sonar pada kapal,''terang Dr.med. Damar Prasmusinto, Sp.OG. Untuk memantulkan gelombang suara, media paling baik yakni air. Karenanya, sulit memeriksa organ yang mengandung udara seperti paru-paru dan usus.

USG dan Kandungan

USG umum digunakan dalam kehamilan. Tidak ada radiasi, sehingga relatif aman bagi ibu dan bayi. Hanya pemeriksaan tidak boleh terlalu lama. Sebaiknya, paling lama 15-30 menit, ''Karena bisa meningkatkan suhu tubuh bayi,'' ujar dr. Damar. Ada USG 2, 3 dan 4 dimensi. Bedanya yakni gambar yang dihasilkan. Gambar USG 2D tampak datar. USG 3D gambarnya 'timbul'. ''Disebut 4D jika gambar 3D bisa bergerak,'' terang dr. Damar. Perbedaan ada pada transducer (alat yang dipegeng dokter dan ditempelkan ketubuh pasien, untuk mengirim gelombang suara). Pada USG 2D, hanya ada satu pengirim sinyal dalam transducer. Pada USG 3D, transducer dilengkapi 3 pengirim gelombang sehingga gambar ditangkap dari berbagai angle, lalu diolah menjadi kesatuan. USG 4D dilengkapi realtime, sehingga gambarnya bergerak.

USG 4D sering digunakan dalam kehamilan. Misal saat pemeriksaan dengan 2D ditemukan kecurigaan bibir sumbing. ''Dengan 2D terlihat, tapi dengan 4D visualisasinya lebih jelas,'' ujar dr. Damar. Juga untuk melakukan observasi dari aktivitas bayi. Tengah berkembang pengetahuan bahwa ekspresi bayi digunakan untuk melihat fungsi sarafnya.

Ada USG transvaginal, yang juga bisa dipakai untuk transrectal (dari anus). Alat ini bisa digunakan untuk memeriksa bagian organ reproduksi secara lebih detail dan memeriksa kandungan pada awal trimester l. Sulit digunakan untuk melihat bayi selewat trimester ll atau untuk tumor / kista yang besar. ''Pencitraannya lebih sempit. Tidak cukup untuk melihat obyek yang terlalu besar,'' kata dr. Damar. Namun, bisa untuk melihat kondisi leher rahim selewat kehamilan trimester ll. USG transvaginal tidak berbahaya bagi ibu dan janin, tapi tidak dilakukan bagi wanita yang belum berhubungan seks atau pada kasus placenta previa plasenta (berkembang di bagian bawah rahim)