Your account | Register | Academic Staff | Galeri | Contact Us | SCeLE Universitas Indonesia

Persalinan dengan ekstraktor vakum

Di Amerika Serikat, alat yang digunakan untuk melakukan penyedotan-tarikan pada kulit kepala janin untuk membantu pelahirannya disebut sebagai ekstraktor vakum. Di Eropa, alat ini disebut sebagai venlouse.

Keunggulan teoritis ekstraktor vakum dibandingkan dengan forsep antara lain adalah:
(1) tidak adanya sendok baja yang mengambil ruang di dalam vagina,
(2) kita tidak perlu memosisikan secara tepat sendok baja pada kepala janin,
(3) kemampuan memutar kepala janin tanpa mengganggu jaringan lunak ibu, dan
(4) tekanan intrakranium yang lebih rendah selama tarikan.

Di Amerika Serikat, ekstraktor vakum mangkuk lunak pada dasarnya telah menggantikan mangkuk logam. Alat ekstraksi vakurn yang sering digunakan adalah mangkuk Silastic bergaris tengah 65 mm yang dapat digunakan kembali, dan mangkuk 60 hingga 62 mm sekali pakai (Mityvac dan CMI Tender Touch).
Indikasi ekstraksi vakum sama seperti indikasi pelahiran forsep. Kontraindikasi relatif mencakup presentasi wajah atau nonverteks lainnya, janin terlalu prematur, koagulopati janin, dan diketahui makrosomia.

Klasifikasi pelahiran vakum seyogianya sama seperti yang digunakan pada pelahiran forsep (termasuk station). Vakum jangan dipasang pada verteks yang belum masuk (yi., station di atas nol). Orang yang melakukan atau membantu tindakan ekstraksi vakum harus berpengalaman dan mau menghentikan prosedur ini jika tindakan tidak berlangsung mulus atau mangkuk terlepas lebih dari tiga kali.

TEKNIK
Faktor penentu terpenting keberhasilan ekstraksi vakum adalah pemasangan mangkuk yang benar. Bagian tengah mangkuk harus berada di atas sutura sagitalis dan sekitar 3 cm di depan fontanel anterior. Penempatan di bagian anterior tengkorak janin—dekat fontanel anterior dan bukan di atas oksiput— hanya akan memperparah masalah ekstensi spina servikalis, kecuali apabila janin relatif kecil dibandingkan dengan panggul ibu. Demikian juga, pemasangan yang asimetris relatif terhadap sutura sagitalis dapat rnemperburuk asinklitismus.

Terjepitnya jaringan lunak ibu memudahkan terjadinya laserasi dan perdarahan dan hampir selalu menyebabkan mangkuk terlepas. Sebelum dan setelah ruang hampa terbentuk, serta sebelum tarikan, seluruh lingkar tepi mangkuk harus diraba. jika menggunakan mangkuk logam, dianjurkan bahwa ruang hampa dibuat secara bertahap dengan rneningkatkan pengisapan sebesar 0,2 kg/cm2 setiap 2 menit sarnpai tercapai tekanan negatif sebesar 0,8 kg/cm2. Dengan rnangkuk lunak, tekanan negatif dapat ditingkatkan hingga 0,8 kg/cm2 hanya dalam waktu sekitar 1 menit; 0,6 kg/cm2 merupakan tekanan optimal.

Tarikan harus intermiten dan terkoordinasi dengan upaya ekspulsif ibu. Tarikan dapat dimulai dengan menggunakan teknik dua-tangan; jari-jari satu tangan diletakkan menekan mangkuk pengisap sementara tangan yang lain menggenggam pegangan alat. Keunggulan teoritis alat ini adalah bahwa mangkuk biasanya akan terlepas sebelum timbul gaya tarikan yang dapat menyebabkan cedera janin. Pemutaran manual terhadap mangkuk sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan sefalohematoma dan laserasi. Sebagai petunjuk umum, setiap upaya tarikati seyogyanya disertai oleh kemajuan penurunan janin.

KOMPLIKASI
Kaput artifisial, atau chignon, sering terbentuk selama ekstraksi vakum. Komplikasi ekstraksi vakum lainnya adalah laserasi dan memar kulit kepala, hematoma subgalea, sefalohematoma, perdarahan intrakranium, ikterus neonatus, perdarahan subkonjungtiva, fraktur klavikula, distosia bahu, cedera saraf kranialis keenam dan ketujuh, palsi Erb, perdarahan retina, dan kematian janin. Cedera kulit kepala yang signifikan, hematoma, dan hiperbilirubinemia yang terjadi lebih sering pada pemakaian mangkuk logam daripada mangkuk lunak.

ANJURAN MENGENAI PELAHIRAN VAKUM
1. Klafisikasi pelahiran vakum seyogianya sama seperti yang digunakan pada pelahiran forsep (termasuk siafion).
2. Indikasi dan kontraindikasi yang digunakan untuk pelahiran forsep seyogianya juga diterapkan pada pelahiran yang dibantu vakum.
3. Vakum jangan dipasang pada verteks yang belum cakap (yi., station di atas nol).
4. Orang yang melakukan atau membantu tindakan harus berpengalaman.
5. Operator harus mau menghentikan tindakan jika tidak berlangsung lancar atau jika mangkuk terlepas lebih dari tiga kali.

Pustaka
Obstetri Williams