Your account | Register | Academic Staff | Galeri | Contact Us | SCeLE Universitas Indonesia

Mengetahui Tanda-tanda Kehamilan Sejak Dini

tanda-tanda kehamilanKEHAMILAN adalah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh suami istri yang belum pernah memiliki anak, apalagi usia pernikahan mereka sudah lama. Kehamilan dapat terjadi kapan saja dan pada awal kehamilan biasanya sang istri tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Apalagi jika ini adalah kehamilan yang pertama. Berikut ini akan dijelaskan ciri atau tanda-tanda kehamilan yang dapat membantu Anda seorang istri untuk mengetahui apakah Anda sedang hamil atau tidak. Gejala dan keluhan kehamilan ini bervariasi. Tidak semua wanita mengalami hal yang sama. Ada yang mengeluh luar biasa, ada pula yang tidak mempunyai keluhan. 

1. Tidak mendapat haid atau menstruasi

Ini pertanda awal kehamilan, apalagi jika haid terbiasa teratur. Dikombinasikan dengan tanda-tanda positif yang lain, kemungkinan besar Anda memang hamil. Namun terlambat haid juga dapat disebabkan karena faktor lain dan bukan merupakan gejala hamil. Jika Anda sudah terlambat haid, lebih baik Anda memastikan kehamilan Anda dengan alat test kehamilan yang dijual bebas di apotek. Alat ini umumnya 99% akurat.

2. Muncul flek dan kram

Saat anda hamil, biasanya ditandai dengan munculnya flek pink di celana dalam yang terjadi saat implantasi (manakala embrio menempel di dinding uterus. Hal ini terjadi sekitar 8-10 hari menyusul ovulasi, sedikit lebih awal dibanding datangnya waktu haid). Kadang kita salah mengartikannya sebagai haid, hanya waktunya lebih pendek ketimbang menstruasi normal. Kram juga umum terjadi di awal kehamilan.

3. Mual dan muntah

Jika Anda hamil, pada awal kehamilan, beberapa hari setelah pembuahan, mungkin akan mengalami morning sickness. Sebenarnya morning sickness ini nama yang salah, karena pada kenyataannya mual dan muntah bisa terjadi kapan saja: pagi, siang, malam. Biasanya, kedua tanda ini mulai terasa pada usia kehamilan 2-8 minggu setelah pembuahan. Lalu, berhenti begitu Anda memasuki bulan ke-4.Sebenarnya, mual dan muntah timbul karena terjadinya perubahan berbagai hormon dalam tubuh pada awal kehamilan. Meski begitu, kondisinya pada setiap ibu hamil tidak sama. Ada yang ringan, namun ada pula yang berat. Bahkan, bisa muntah-muntah berat (hiperemesis gravidarum)

4. Lelah berlebihan

Jika anda hamil, gejala yang paling umum dalam delapan hingga sepuluh minggu pertama adalah rasa lelah. Saat hamil, tubuh mengalami perubahan metabolisme yang signifikan. Seluruh tubuh Anda perlu melakukan penyesuaian terhadap proses baru bertumbuhnya janin. bagi sebagian besar wanita, kelelahan akan pergi saat usia kehamilan 12 minggu.

5. Puting atau payudara lebih lembut

Jika Anda hamil, Anda akan mengenali bahwa payudara dan putingnya menjadi lebih lembut sekitar tiga pekan setelah pembuahan (saat haid terlambat sekitar seminggu). Mungkin payudara terasa bengkak, serupa dengan saat menjelang haid.

6. Penggelapan areola

Pada kehamilan awal, Anda mungkin mengenali daerah areola (daerah gelap yang mengelilingi puting payudara) mulai menjadi lebih gelap dan diameternya membesar. Diyakini bahwa bertambah gelapnya warna areola membantu bayi yang baru lahir menemukan puting untuk menyusu. Anda mungkin juga akan mengenali bahwa vena di payudara menjadi lebih kelihatan karena penegangan payudara.

7. Sembelit

Buang air besar (BAB) menjadi sulit dan tidak lancar? Ini lazim terjadi pada awal kehamilan. Hormon tambahan yang diproduksi pada masa kehamilan menyebabkan usus halus lebih lentur dan menjadi kurang efisien.

8. Naiknya temperatur basal tubuh

Jka hamil maka suhu basal tubuh meningkat, saat masa haid yang harusnya datang terlewat. dan tidak turun ke level sebelum terjadi ovulasi. Saat terjadinya pembuahan, ovum dibuahi di tuba falopii, dan membutuhkan sekitar seminggu untuk ke rahim, dimana ovum terbuahi akan menempel di sana.

9. Sering buang air kecil

“Kebiasaan” baru ini sering timbul pada bulan-bulan pertama kehamilan. Ini terjadi karena rahim yang mulai membesar itu menekan kandung kemih. Umumnya, ini mulai terasa sekitar 6-8 minggu setelah pembuahan. Begitu rahim keluar dari rongga panggul, keluhan ini akan berkurang. Namun, Anda akan mulai sering-sering buang air kecil lagi pada trimester terakhir karena janin mulai masuk rongga panggul.

10. Membesarnya payudara

Meningkatnya hormon kehamilan, yakni estrogen dan progesteron, memang dapat mempengaruhi perkembangan kelenjar susu. Jangan heran, kalau payudara Anda terlihat agak membengkak atau terasa lebih lembut dari biasanya. Ini bisa terjadi beberapa hari setelah pembuahan. Puting susu dan areola (daerah sekitar puting susu) juga akan berwarna lebih gelap. Biasanya, ini terjadi sekitar 3 minggu sesudah pembuahan.

11. Melunaknya rahim dan leher rahim

Biasanya, terjadi sekitar usia kehamilan 2-8 minggu.

12. Tidak ada nafsu makan, mungkin ada hubungannya dengan mual mual diatas.

13. Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh hormonal (Vaginal Discharge)

Hal ini termasuk normal. Namun sebaiknya terus dilakukan observasi jika terjadi perubahan warna , bau dan terjadi gatal2 atau rasa “burning”.

14. Insomnia

Beberapa kasus, biasanya ibu hamil mengalami sulit tidur.

15. Rahim dan perut membesar

Umumnya, dimulai pada usia kehamilan 8-12 minggu.

16. Flu / batuk / hidung berdarah / pusing-pusing / migraen

Jangan terburu untuk menelan obat. Lakukan treatmen secara alami terlebih dahulu. Bisa jadi pula hal tersebut terjadi karena turunnya daya tahan tubuh saat hamil.

17. Tes kehamilan

Merupakan test “pasti” kehamilan jika “positif”, antara lain:

  • Home pregnancy test misalnya berupa tes pack yang dilakukan di rumah
  • Pemeriksaan USG
  • Office pregnancy test
  • Pregnancy blood test
  • Internal exam.
Sebenarnya, semua tes kehamilan bekerja untuk melacak hormon khas kehamilan, yakni human Chorionic Gonadotropin (hCG). Hormon ini hanya bisa ditemukan dalam darah atau urin ibu hamil. Saat hamil, akan terjadi peningkatan hormon hCG dalam tubuh. Dan, peningkatan hormon ini tidak sama pada setiap orang. Umumnya, hormon ini mulai meningkat kira-kira seminggu setelah ovulasi. Meski begitu, sebaiknya tes kehamilan dilakukan bila haid terlambat selama 2 minggu.

bayisehat.com