Your account | Register | Academic Staff | Galeri | Contact Us | SCeLE Universitas Indonesia

Terapi Perdarahan Pada Masa Nifas

Perdarahan pada Masa Nifas
DEFINISI
Perdarahan pada masa nifas ialah suatu keadaan dimana terjadi perdarahan 2 minggu (14 hari) atau lebih setelah kelahiran, perdarahan bisa banyak ataupun sedikit.

KRITERIA DIAGNOSIS
• Perdarahan berulang dan biasanya menetap.
• Biasanya disertai demamlfebris, frekuensi nadi meningkat, bahkan kadang – kadang sampai syok dan anemis.
• Fundus uteri biasanya masih tinggi, disertai kontraksi uterus yang lemah.
• Ginekologik : uterus masih besar, disertai nyeri tekan (jika ada infeksi), lembek, perdarahan per vaginam. Acapkali dijumpai sisa plasenta di kavum uteri.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Darah lengkap dan pemeriksaan ureum serta kreatinin.
• Ultrasonografi: untuk melihat kemungkinan adanya sisa plasenta.

KONSULTASI
Tidak ada.

TERAPI
1. Pada perdarahan minimal : cukup dengan tirah baring dan pemberian obat – obatan (uteritonika, antibiotika dan pengobatan suportif lainnya seperti transfusi bila ada anemia).

2. Bila perdarahan terus – menerus dan banyak:
• Transfusi dan cairan serta pemberian antibiotika.
• Dapat dilakukan kuretase bila diduga terdapat sisa plasenta.
• Bila tidak menunjukkan hasil, dipertimbangkan

untuk melakukan tindakan operatif (histerektomi)
*lihat: Tata laksana perdarahan pasca persalinan karena atonia uteri.

PERAWATAN RUMAH SAKIT

Penderita harus segera dirawat di RS.

PENYULIT
• Anemia sampai dengan syok irreversible.
• Infeksi (endometritis, endomiometeritis).
• Amenorea sekunder (akibat pengangkatan uterus).

INFORMED CONSENT
Informed consent diperlukan secara tertulis karena penderita perdarahan nifas dapat mengalami tindakan pembedahan jika pengobatan konservatif tidak mampu mengatasi keadaan.

TINGKAT KEWENANGAN
Semua langkah dapat dilakukan oleh dokter umum, tetapi tindakan operatif (histerektomi) harus dilakukan oleh dokter spesialis (SpOG).

LAMA PERAWATAN
• Bila keadaan teratasi dengan tindakan konservatif, maka biasanya perlu waktu 4-5 hari.
• Bila diperlukan tindakan operatif (histerektomi), perlu waktu 7-10 hari.

MASA PEMULIHAN
• Sekitar 42 hari sesuai masa nifas untuk tindakan konservatif.
• Bila tindakan pembedahan sekitar 3 bulan.

OUTPUT
Biasanya penderita dapat sembuh dengan baik.

PATOLOGI ANATOMI
Bila dilakukan pembedahan (histerektomi), maka harus dilakukan pemeriksaan patologi anatomi untuk mencari etiologi dari kelainan yang terjadi, khususnya kemungkinan adanya plasenta adhesiva (akreta, inkreta, maupun perkreta).

Pustaka
Obsteri & Ginekologi, Oleh Dr. Chrisdiono M. Achadiat Sp. OG, EGC.