Your account | Register | Academic Staff | Galeri | Contact Us | SCeLE Universitas Indonesia

Abrupsio Plasenta (pelepasan plasenta prematur)

Abrupslo plasenta (pelepasan plasenta prematur) didefinisikan sebagai lepasnya plasenta yang tertanam normal dari dinding uterus baik lengkap maupun parsial pada usia kehamilan 20 minggu atau lebih. Sinonimnya adalah perdarahan asidental, ablasio plasentae, dan apopleksi plasenta.

Insiden pelepasan plasenta prematur berkisar antara 1 dalam 55-250 persalinan, tergantung pada kriteria diagnostik. Semua derajat pelepasan prematur plasenta dapat terjadi, dari suatu pelepasan yang berdiameter hanya beberapa milimeter sampai pelepasan seluruh plasenta. Pelepasan plasenta yang cukup berat untuk menyebab: kematiar janin dapat terjadi pada sekitar 1 dalam 400 kelabiran.

GEJALA SAAT INI
Perdarahan per vaginam yang disertai nyeri uterus adalah gejala khas pelepasan plasenta prematur. Perdarahan dapat minimal sampai banyak, biasanya terjadi secara tiba-tiba dan di luar dugaan pada trimester ketiga. Perdarahan sering berwarna lebih gelap dan darah merah segar yang berkaitan dengan plasenta previa. Darah gelap ini menunjukkan suatu bekuan retroplasenta dan dinding uterus yang mengelupas dan mengalir melalui serviks.

Nyerl abdomen, bersifat konstan, biasanya disertai dengan perdarahan eksternal. Nyeri yang tiba-tiba dan berat merupakan suatu tanda perdarahan retroplasenta yang menginfiltrasi otot uterus. Nyeri abdomen mungkin merupakan satu-satunya gejala ketika perdarahan itu retroplasenter dan tersembunyi (lihat Gb. 64-1). Kontraksi uterus dapat ada atau tidak ada.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Pasien dengan riwayat pelepasan suatu plasenta prematur lebib cenderung mengalami abrupsio plasenta rekurens. Pasien dengan penyakit hipertensi kehamilan memiliki suatu kenaikan risiko pelepasan plasenta prematur.

DATA OBJEKTIF PEMERIKSAAN FISIK
Pemerlksan Umum: Tekanan darah dapat meningkat apabila pasien memiliki pertalian dengan pcnyakit hipertensif kehamilan. Takikardia dan hipotensi menunjukkan adanya hipovolemia karena kehilangan darah yang banyak. Apabila gejala syok tidak disertai dengan kehilangan darah ekstema, harus dicurigai adanya perdarahan tersembunyi. Bahkan tekanan darah yang normal pun dapat merupakan suatu penurunan yang bermakna dan tekanan hipertensif sebelumnya.

Pemeriksaan Abdomen: Temuan-temuan yang berkaitan dengan uterus dapat membcri kesan adanya pelepasan plasenta. Pada abrupsio ringan, iritabilitas uterus sedikit dan peningkatan tonusnya dapat terpalpasi di antara kontraksi. Pada abnipsio yang lebih berat, pada palpasi uterus teraba luna k dan dapat terasa hipertonik, tegang, konstraksinya kctat dan kaku.

Karena perdarahan yang tersembunyi dapat menyebabkan uterus membesar, pada pemeriksaan awal tinggi fundus uteri perlu dicatat. Scring tinggi fundus ditandai dengan membuat garis pada dinding abdomen.

Pada abrupsio ringan sampai moderat, bunyi jantung janin biasanya terdengar walaupun bradikardi dan deselerasi lanjut merupakan tanda-tanda hipoksia janin. Pada pelepasan plasenta berat bunyi jantung janin mungkin tidak terdengar.

Pemerlksaan Pelvis: Apabila perdarahannya banyak dan terdapat berbagai kemungkinan adanya plasenta previa, pemeriksaan per vaginam perlu ditunda sampai pasien berada di suatu ruangan operasi dan dipersiapkan untuk seksio sesarea segera. Dalam kasus plasenta previa ini akan menjadi sangat penting. Apabila dengan pemeriksaan dengan ultrasonografi berhasil diketahui lokasi plasenta dan kemungkinan plasenta previa sudah disingkirkan, pemeriksaan vagina diindikasikan untuk menilai status dari serviks (konsistensi, dilatasi dan penipisan), juga stasi dari bagian presentasi. Pelepasan plasenta dapat terjadi sebelum persalinan ketika serviks masih tertutup atau pada persalinan, setelah serviks berdilatasi.

TES LABORATORIUM
Hltung darah Iengkap dan apusan darah dapat mengindikasikan adanya anemia dan kehilangan darah. Penurunan nilai hematokrit pada serangkaian pemeriksaan dapat memberi kesan adanya perdarahan yang tersembunyi.

Pustaka
Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi Oleh Kapita Selekta