Your account | Register | Academic Staff | Galeri | Contact Us | SCeLE Universitas Indonesia

Dr Budi Iman Santoso si Dokter by Request

img Jakarta, Jalan hidup orang memang sudah ditentukan oleh Tuhan, Sang Pencipta. Begitu yang diyakini oleh Dr. dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K). Meski tak sesuai dengan cita-citanya, namun sekarang Dr Budi sukses menjadi dokter kandungan handal, semua karena by request.


"Saya tidak terinspirasi, jadi saya masuk kedokteran karena waktu itu diminta oleh orangtua. Keinginan saya waktu itu bukan jadi dokter tapi insinyur," ujar Dr. dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K), saat berbincang dengan detikHealth di FKUI, Jakarta, seperti ditulis Senin (11/6/2012).

Setelah lulus S1 FKUI dan menjadi seorang dokter, untuk mengambil bidang spesialis pun sepertinya karena kebetulan. Dr Budi memilih Obstetri dan Ginekologi karena menurutnya pada waktu itu bidang tersebut sedang lowong, sehingga ia pun melanjutkan menjadi dokter obgin atau dokter kandungan.

Lagi-lagi, untuk menjadi staf pengajar di FKUI pun ia diminta oleh guru besarnya, bukan karena keinginan sendiri. Begitu pula ketika masuk ke subspesialis Uroginekologi Rekonstruksi, saat itu ia diminta oleh profesornya.

"Semua by request. Jadi memang kalau nasib itu semua di tangan Allah," lanjut dokter yang kini menjabat sebagai Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM.

Bersahaja dan ikhlas memang sudah menjadi moto hidup dari ayah 3 anak ini. Hal ini terbukti ketika ia menjalani tugas inpres di daerah terpencil di Timor Timur, pada tahun 1980.

Lahir dan besar di ibukota, Jakarta, tak membuatnya menjadi manja oleh fasilitas. Meski ditugaskan di daerah terpencil di bekas provinsi ke-27 Indonesia, yang sulit air, tak ada listrik dan jauh dari pasar, Dr Budi membuktikan bahwa dirinya bisa mendapatkan gelar Dokter Teladan.

Saking terpencilnya, Dr Budi bahkan harus makan mie instan yang dibawanya selama 3 bulan, karena pasar pun hanya buka seminggu sekali. Tapi berkat kerja kerasnya, ia berhasil meningkatkan kualitas kabupaten tempat ia bertugas.

"Jadi intinya adalah dalam bekerja itu kita harus bersahaja, itu moto hidup saya. Yang kedua, selalu bekerja dengan ikhlas dan mengharapkan ridho Allah. Saya bekerja seoptimal mungkin, pro aktif, punya visi ke depan, kemudian kita selalu bekerja excellent, jangan negative thinking. Saya selalu berprinsip setiap tantangan bisa jadi peluang," tegasnya.


BIODATA

Nama lengkap
Dr. dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K)

Tempat, tanggal lahir
Jakarta, 5 September 1954

Status
Menikah dengan dr. Yunia Irawati, SpM dengan dikaruniai 3 anak

Riwayat pendidikan
Sarjana Kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (1974-1980)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi, FKUI (1984-1987)
Subspesialis Uroginekologi Rekonstruksi Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI (2000-2003)
Doktor Program Studi Ilmu Kedokteran (2009-2012)

Jabatan
Dokter Pendidik Klinis Utama RSCM
Kepala Divisi Uroginekologi Rekonstruksi, Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI
Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM

Organisasi
Perkina (Perkumpulan Kontinensia Indonesia)
IDI (Ikatan Dokter Indonesia)
POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia)
PKMI (Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia)
HUGI (Himpunan Uriginekologi Indonesia)
IUGA (International Uro-gyneclogical Association)
ICS (International Continence Society)
JNPK (Jaringan Nasional Pelatihan Kesehatan)
PDDPWI (Perhimpunan Disfungsi Dasar Panggul Wanita Indonesia)

detikhealth.com